Menteri BUMN Resmikan 16 Proyek Strategis di Indonesia Timur

Jika pembangunan infrastruktur pada rezim sebelumnya berpusat pada wilayah Jawa dan sekitarnya, Pada Pemerintahan Presiden ke-7 Indonesia Joko Widodo  memberikan angin segar untuk wilayah timur Indonesia. Pasalnya saat ini terus dilakukan percepatan pembangunan infrastruktur secara masif, khususnya dari Wilayah Timur Indonesia dan daerah pinggiran atau wilayah terdepan Indonesia, guna pemerataan ekonomi dan juga menurunkan ketimpangan ekonomi antar daerah.

Merujuk pada publikasi World Development Report (World Bank, 1994), infrastruktur berperan penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Studi dari World Bank (1994) juga melaporkan elastisitas PDB (Produk Domestik Bruto) terhadap infrastruktur di suatu negara adalah antara 0,07 sampai dengan 0,44. Hal ini berarti dengan kenaikan satu persen saja ketersediaan infrastruktur akan menyebabkan pertumbuhan PDB sebesar 7% sampai dengan 44%, variasi angka yang cukup signifikan.

Perintah dibawah kementerian terkait terus berpacu menghadirkan terobosan-terobosan guna mewujudkan salah salah satu nawa cita pada Pemerintahan Jokowi, Kali ini terobosan tersebut datang dari Kementerian BUMN, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meresmikan 16 proyek strategis nasional (PSN) di Kawasan Timur Indonesia senilai Rp 2,153 triliun di Jayapura, Papua pada Jumat (24/8). Pengoperasian 16 proyek yang dibangun PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) ini diharapkan bisa mempercepat konektivitas laut dan pertumbuhan ekonomi.

Ke-16 proyek yang diresmikan tersebut merupakan proyek-proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun PT Pelindo IV (Persero), yang terdiri dari lima pelabuhan di Papua, lima pelabuhan di Pulau Sulawesi, empat pelabuhan di Pulau Kalimantan dan dua pelabuhan di wilayah Ambon dan Ternate.

Direktur Utama PT Pelindo IV Doso Agung menuturkan 16  proyek strategis nasional ini dibangun dengan menggunakan anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN) dan internal perusahaan. Dengan total anggaran yang terserap untuk 16 proyek senilai Rp 2,153 triliun.

“Di antaranya delapan  PSN yang menggunakan anggaran PMN sebesar Rp 1,3 triliun dan sisanya menggunakan internal perusahaan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, dengan investasi yang dilakukan Pelindo IV, kapasitas 16 pelabuhan yang masuk dalam PSN yang diresmikan tersebut akan meningkat sekitar 50% hingga 500% atau 5 kali lipat.

Hal ini diharapkan dapat mempercepat penggerakan roda perekonomian pada wilayat Indonesia Timur.

Sumber : Media Indonesia